##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Surya Fajri
Heru Gunawan
Indra Satria
Azwa Anas Manurung

Abstract

Mandatori biodiesel B50 yang berlaku sejak 1 Juli 2026 meningkatkan kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) domestik hingga 15,7 juta ton per tahun, sementara produksi CPO nasional stagnan pada kisaran 48–51 juta ton dan kesenjangan produktivitas antara perkebunan rakyat dan perusahaan masih lebar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan tingkat adopsi agroteknologi, efisiensi teknis produksi, dan kinerja agribisnis antara perkebunan kelapa sawit rakyat dan perusahaan serta implikasinya terhadap pemenuhan bahan baku B50. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan strategi concurrent embedded berdesain komparatif di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Januari–Mei 2026 terhadap 30 pekebun swadaya dan empat unit kebun perusahaan yang dipilih secara purposive; data dianalisis dengan indeks adopsi teknologi, Data Envelopment Analysis (DEA), dan analisis pendapatan usahatani (R/C ratio) yang diperdalam dengan wawancara kualitatif. Hasil: Indeks adopsi agroteknologi perkebunan rakyat hanya 58,4 persen dibandingkan 91,7 persen pada perusahaan; rata-rata efisiensi teknis rakyat 0,672 (CRS) dengan hanya 10,0 persen unit efisien, sedangkan perusahaan mencapai 0,928; produktivitas tandan buah segar rakyat 14,6 ton per hektare per tahun berbanding 21,8 ton pada perusahaan, dengan R/C ratio 1,86 berbanding 2,34. Kesimpulan: Peningkatan adopsi agroteknologi kebun rakyat melalui peremajaan, benih bersertifikat, dan pemupukan berimbang merupakan jalur intensifikasi paling realistis untuk menutup defisit bahan baku B50 tanpa ekspansi lahan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis komparatif adopsi teknologi, efisiensi DEA, dan kinerja agribisnis dua tipologi pengelolaan sawit dalam kerangka kebijakan energi B50 yang belum pernah dikaji sebelumnya

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Fajri, S., Gunawan, H., Satria, I., & Manurung, A. A. (2026). Adopsi Agroteknologi, Efisiensi Produksi, dan Kinerja Agribisnis Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dan Perusahaan dalam Mendukung Implementasi Biodiesel B50 di Indonesia . ProBisnis : Jurnal Manajemen, 17(03), 1998–2010. Retrieved from https://ejournal.joninstitute.org/index.php/ProBisnis/article/view/1625
References
Alwarritzi, W., Nanseki, T., & Chomei, Y. (2015). Analysis of the factors influencing the technical efficiency among oil palm smallholder farmers in Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 28, 630–638. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.07.074
Coelli, T. J., Rao, D. S. P., O’Donnell, C. J., & Battese, G. E. (2005). An introduction to efficiency and productivity analysis (2nd ed.). Springer.
Dharmawan, A. H., Fauzi, A., Putri, E. I. K., Pacheco, P., Dermawan, A., Nuva, N., Amalia, R., & Sudaryanti, D. A. (2020). Bioenergy policy: The biodiesel sustainability dilemma in Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planning, 15(4), 537–546. https://doi.org/10.18280/ijsdp.150414
Euler, M., Hoffmann, M. P., Fathoni, Z., & Schwarze, S. (2016). Exploring yield gaps in smallholder oil palm production systems in eastern Sumatra, Indonesia. Agricultural Systems, 146, 111–119. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2016.04.007
Euler, M., Schwarze, S., Siregar, H., & Qaim, M. (2016). Oil palm expansion among smallholder farmers in Sumatra, Indonesia. Journal of Agricultural Economics, 67(3), 658–676. https://doi.org/10.1111/1477-9552.12163
Farrell, M. J. (1957). The measurement of productive efficiency. Journal of the Royal Statistical Society: Series A (General), 120(3), 253–290. https://doi.org/10.2307/2343100
Feder, G., Just, R. E., & Zilberman, D. (1985). Adoption of agricultural innovations in developing countries: A survey. Economic Development and Cultural Change, 33(2), 255–298. https://doi.org/10.1086/451461
Gatto, M., Wollni, M., & Qaim, M. (2015). Oil palm boom and land-use dynamics in Indonesia: The role of policies and socioeconomic factors. Land Use Policy, 46, 292–303. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.03.001
Halimatussadiah, A., Nainggolan, D., Yui, S., Moeis, F. R., & Siregar, A. A. (2021). Progressive biodiesel policy in Indonesia: Does the Government’s economic proposition hold? Renewable Energy, 170, 302–314. https://doi.org/10.1016/j.renene.2021.01.132
Jelsma, I., Schoneveld, G. C., Zoomers, A., & van Westen, A. C. M. (2017). Unpacking Indonesia’s independent oil palm smallholders: An actor-disaggregated approach to identifying environmental and social performance challenges. Land Use Policy, 69, 281–297. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.08.012
Krishna, V. V, Euler, M., Siregar, H., & Qaim, M. (2017). Differential Livelihood Impacts of Oil Palm Expansion in Indonesia. Agricultural Economics, 48(5), 639–653. https://doi.org/10.1111/agec.12363
Mukherjee, I., & Sovacool, B. K. (2014). Palm oil-based biofuels and sustainability in Southeast Asia: A review of Indonesia, Malaysia, and Thailand. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 37, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.rser.2014.05.001
Naylor, R. L., & Higgins, M. M. (2018). The rise in global biodiesel production: Implications for food security. Global Food Security, 16, 75–84. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2017.10.004
Perkebunan, D. J. (2023). Statistik perkebunan unggulan nasional 2021–2023: Kelapa sawit. Kementerian Pertanian RI.
Purba, J. H. V, & Sipayung, T. (2017). Perkebunan kelapa sawit Indonesia dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Jurnal Masyarakat Indonesia, 43(1), 81–94.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Soekartawi. (2016). Analisis usahatani. UI Press.
Woittiez, L. S., van Wijk, M. T., Slingerland, M., van Noordwijk, M., & Giller, K. E. (2017). Yield gaps in oil palm: A quantitative review of contributing factors. European Journal of Agronomy, 83, 57–77. https://doi.org/10.1016/j.eja.2016.11.002