##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Surya Fajri
Heru Gunawan
Azwar Anas Manurung
Indra Satria
Safruddin Safruddin

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, menempati peringkat ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun, rantai nilai kakao di Indonesia, khususnya pada perkebunan rakyat, menghadapi berbagai tantangan termasuk rendahnya kualitas fermentasi, saluran pemasaran yang panjang, dan distribusi keuntungan yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai kakao di Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, serta mengidentifikasi margin pemasaran pada setiap tingkat pelaku pasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi yang melibatkan 45 petani kakao, 8 pedagang pengumpul desa, 4 pedagang pengumpul kecamatan, dan 2 pedagang besar. Analisis data menggunakan kerangka analisis rantai nilai Porter untuk memetakan aktivitas penambahan nilai dan menghitung margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran di wilayah penelitian: (1) petani-pedagang pengumpul desa-pedagang pengumpul kecamatan-pedagang besar dengan margin pemasaran Rp 8.500/kg; (2) petani-pedagang pengumpul kecamatan-pedagang besar dengan margin Rp 6.000/kg; dan (3) petani-pedagang besar dengan margin Rp 4.500/kg. Pendapatan Petani berkisar antara 87,59% hingga 93,43%. Ketiga saluran pemasaran tergolong efisien dengan nilai efisiensi di bawah 5%. Kendala utama dalam rantai nilai meliputi rendahnya tingkat fermentasi (hanya 15% produksi yang difermentasi), terbatasnya fasilitas pengeringan, dan lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelompok tani, perbaikan infrastruktur pengolahan pasca panen, dan penerapan kebijakan harga diferensiasi untuk biji kakao fermentasi guna meningkatkan efisiensi rantai nilai dan kesejahteraan petani

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Fajri, S., Gunawan, H., Manurung, A. A., Satria, I., & Safruddin, S. (2026). Analisis Rantai Nilai Tanaman Kakao Kebun Rakyat di Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan . ProBisnis : Jurnal Manajemen, 17(1), 378–388. Retrieved from https://ejournal.joninstitute.org/index.php/ProBisnis/article/view/1406
References
Aini, H., & Syamsun, M. (2014). Risiko rantai pasok kakao di Indonesia dengan metode analytic network process dan failure mode effect analysis terintegrasi. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis, 11(3), 209–219. https://doi.org/10.17358/jma.11.3.209
Arif, A., Wibawa, G. R., & Pauzy, D. M. (2025). Strategi Penerapan Value Chain dalam Meningkatkan Competitive Advantage UMKM Kerajinan. Ecoplan, 8(1), 42–50. https://doi.org/10.20527/ecoplan.v8i1.1104
Ariningsih, E., Purba, H. J., Sinuraya, J. F., Septanti, K. S., & Suharyono, S. (2021). Permasalahan dan strategi peningkatan produksi dan mutu kakao Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 19(1), 89–108. https://doi.org/10.21082/akp.v19i1.89-108
Ariningsih, E., Purba, H. J., Sinuraya, J. F., Suharyono, S., & Septanti, K. S. (2020). Kinerja industri kakao di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 37(1), 1–23. https://doi.org/10.21082/fae.v37n1.2019.1-23
Bartlett, J. E., Kotrlik, J. W., & Higgins, C. C. (2001). Organizational research: Determining appropriate sample size in survey research. Information Technology, Learning, and Performance Journal, 19(1), 43–50.
Dianawati, D., Nastiti, S. I., Ismayana, A., Djatna, T., & Yuliasih, I. (2023). Measuring Indonesian Cocoa Agroindustry Competitiveness from a Global Value Chain Perspective: Pengukuran Daya Saing Agroindustri Kakao Indonesia dari Perspektif Rantai Nilai Global. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 17(2), 133–156. https://doi.org/10.55981/bilp.2023.978
Effendi, A. K., Games, D., & Rivai, H. A. (2024). Pengaruh Workplace Sprituality dan Self Esteem terhadap Intention to stay dengan Employee Engagement sebagai Variabel Mediasi pada Guru Yayasan Adzkia Sumatera Barat. Jurnal Al-Mizan: Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syariah.
Engelen, A., & Akuba, R. (2016). Analisis rantai nilai kakao di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Jurnal Technopreneur (JTech), 4(2), 100–106.
Hadinata, S., & Marianti, M. M. (2020). Analisis dampak hilirisasi industri kakao di Indonesia. Jurnal Akuntansi, 12(1), 99–108. https://doi.org/10.28932/jam.v12i1.2287
Hakim, D. L. (2010). Aksesibilitas Air Bersih Bagi Masyarakat Di Permukiman Linduk Kecamatan Pontang Kabupaten Serang [Universitas Diponegoro]. https://eprints.undip.ac.id/23686/
Hermawan, H., Purnamayani, R., & Andrianyta, H. (2022). Pendekatan dan desain pengembangan kawasan kakao berbasis inovasi dan berdaya saing. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 5(1), 64. https://doi.org/10.52434/mja.v5i1.1803
HM, R., & Darma, R. (2023). Inklusivitas pada Usahatani Kakao. Unhas Press.
Jaweng, R. E., Agustine, T. E., Damanik, M. I., & Prawira, M. Y. (2016). Analisis Rantai Nilai Usaha Kakao sebagai Produk Unggulan Kabupaten Donggala-Sulawesi Tengah. https://www.neliti.com/publications/264/analisis-rantai-nilai-usaha-kakao-sebagai-produk-unggulan-kabupaten-donggala-sul
Kabupaten Asahan Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Asahan Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Asahan. https://asahankab.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/383fdb0565940547ba4d71d3/kabupaten-asahan-dalam-angka-2024.html
Latif, D. V, & Abbas, S. (2024). Strategi Pengolahan Buah Unggulan Menuju Pasar Ekspor dengan Pendekatan Manajemen Rantai Nilai Terintegrasi. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 15(2), 350–358. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v15i2.16203
Mulyo, P. R., & Hariyati, Y. (2020). Dinamika perkembangan perkebunan kakao rakyat di Indonesia. AGRIEKONOMIKA, 9(1), 48–60. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v9i1.7296
Pulungan, R. S., Siregar, E. B. M., & Pane, E. (2010). Analisis Perkembangan Kakao Rakyat Pada Tiga Kabupaten Sentra Produksi di Provinsi Sumatera Utara. JURNAL AGRICA, 3(2). https://ojs.uma.ac.id/index.php/agrica/article/view/994
Ramadhani, R. A., Rifin, A., & Novianti, T. (2024). Analisis Daya Saing Dan Kebijakan Bea Keluar Pada Komoditas Kakao (Theobroma Cacao) Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 21(2), 171–186. https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.171-186
Rusdiana, S., & Hutasoit, R. (2017). Peningkatan usaha ternak kambing di Kelompok Tani Sumber Sari dalam analisis ekonomi pendapatan. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 11(1), 151. https://doi.org/10.20961/sepa.v11i1.14168
Sianipar, U. P. (2022). Analisis Kontribusi Ekspor Kakao Terhadap PDRB Sektor Perkebunan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Kakao di Sumatera Utara (2005-2019) [Universitas HKBP Nommensen]. https://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/7471
Simamora, B. P. T. (2023). Respons pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) terhadap komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK majemuk [Politeknik Negeri Lampung]. https://repository.polinela.ac.id/6086/
Soekartawi. (2002). Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran Hasil-Hasil Pertanian: Teori dan Aplikasinya. Raja Grafindo Persada.
Sudiyono, A. (2004). Pemasaran Pertanian. UMM Press.
Taariwuan, S. A. (2020). Analisis Margin Pemasaran Biji Kakao Kering di Desa Bancea Kecamatan Pamona Selatan. Agropet, 17(1), 25–32.