Pengaruh Kecakapan Interpersonal (Skill) Terhadap Mutu Kerja Perawat Pelaksana di RS Bhayangkara Jayapura
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh interpersonal skill terhadap mutu kerja perawat pelaksana di RS Bhayangkara Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear, dengan jumlah responden sebanyak 30 perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki interpersonal skill dalam kategori “kurang baik” dengan persentase sebesar 63,3%, sementara 36,7% responden lainnya memiliki interpersonal skill yang “baik”. Hal yang sama ditemukan pada mutu kerja, di mana 63,3% responden memiliki mutu kerja yang "kurang baik", dan hanya 36,7% yang memiliki mutu kerja “baik”. Hasil uji regresi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara interpersonal skill dengan mutu kerja perawat, dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0.000 (p < 0.05). Selain itu, nilai R-Square sebesar 0.895 menunjukkan bahwa interpersonal skill memberikan kontribusi sebesar 89,5% terhadap mutu kerja perawat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa interpersonal skill memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu kerja perawat di RS Bhayangkara Jayapura. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keterampilan interpersonal sebagai upaya untuk meningkatkan mutu kerja di rumah sakit tersebut.
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
Basford, L. (2016). Teori dan Praktek Keperawatan (Cetakan 3). Jakarta: EGC.
Beth, A., Brooks., & Anderson, M. A. (2005). Defining quality of nursing work life.Nursing Economics, 23(6), 319-.
Blair, G., Zammuto, R. F., & Goodman, E. A. (2002). The relationship between hospital unit culture and nurses' quality of work life.Journal of Healthcare Management, 47(1), 13-25. https://doi.org/10.1097/00115514-200201000-00005
Bahaudin, G. M., Lara, A., King, C., Johnson, V., & Mahanna, T. (2010). Stress at work in a slowing economy.The Journal of Applied Management and Entrepreneurship, 15(2), 26-42.
Dian, A. K. (2010). Stres kerja karyawan.Humaniora, 1(2), 792-800. https://doi.org/10.21512/HUMANIORA.V1I2.2920
Elaine, H. (2008). The importance of being measurable: Quantifying nursing quality.
Fakhrurozi, M. (2014).Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Puskesmas Langsa Lama Tahun [Skripsi, Universitas Sumatera Utara].
Gillies, D. (2014).Manajemen Keperawatan: Suatu Pendekatan Sistem (Cetakan 3). Philadelphia: W.B. Saunders Company.
Handoko, H. (2015).Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia (Cetakan 5). Yogyakarta: BPFE.
Hasibuan, M. S. (2014).Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan 4). Jakarta: Bumi Asri.
Hutahaean, F. A. (2010).Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Semangat Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan [Skripsi, Universitas Sumatera Utara].
Isis, M. (2007). The National Database of Nursing Quality Indicators(TM) (NDNQI).The Online Journal of Issues in Nursing, 12(3).
Kartono, J. (2014).Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu? (Cetakan 3). Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Lori, A. L., Jennings, B. M., Brosch, L. R., DePaul, D., & Hildreth, P. (2003). Indicators of nursing care quality. Findings from a pilot study.Nursing Outlook, 7(2), 51-60.
Magnus, S., Hellgren, J., & Näswall, K. (2006).Job Insecurity: A Literature Review.
Marlene, R. M., Elixhauser, A., Zhan, C., & Meyer, G. S. (2001). Patient safety indicators: Using administrative data to identify potential patient safety concerns.Health Services Research, 36, 110-132.
Mavilde, L. G., & Pedreira, C. (2009). Prácticas de enfermería basadas en evidencias para promover la seguridad del paciente.Acta Paulista De Enfermagem, 22, 880-881. https://doi.org/10.1590/S0103-21002009000700007
Moran, M. J., & Johnson, E. J. (1992). Quality improvement: The nurse's role.American Nurses Association Publications, 45-61.
Morath, J. (2011). Nurses create a culture of patient safety: It takes more than projects.The Online Journal of Issues in Nursing, 16(3), 2. https://doi.org/10.3912/OJIN.VOL16NO03MAN02
Moekijat. (2014).Sumber Daya Manusia (Cetakan 7). Bandung: Mandar Maju.
Nawawi, H. (2013).Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang Kompetitif (Cetakan 4). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Notosemito, A. S. (2014).Manajemen Personalia (Cetakan 4). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Priatna, A., & Ferdiansyah, F. (2015). Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap semangat kerja PNS pada Kementerian Agama Kabupaten Bogor.Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi, 1(1), 6-11.
Renata, V., & Seskevicius, A. (2006). The burnout syndrome among nurses working in Lithuanian cardiac surgery centers.Medicina (Lithuania), 42(7), 600-605.
Rivai, V. (2015).Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan, dari Teori ke Praktik (Cetakan 6). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Shurovi, S., Michel, D., Talea, C., Schwartz, J. E., & Marwah, A. (2023). 2.0689 Nurses and sleep: The relationship between patient-related stressors and sleep quality.Sleep. https://doi.org/10.1093/sleep/zsad077.0689
Sopiah. (2013).Perilaku Organisasi (Cetakan 3). Yogyakarta: Andi Offset.
Suarli, & Bachiar, Y. (2015).Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis (Edisi 4). Jakarta: Erlangga.
Sulaeman, E. (2015).Manajemen Kesehatan, Teori dan Praktik di Puskesmas (Cetakan 2). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Syafruddin. (2014).Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk Mahasiswa (Cetakan 3). Jakarta: Trans Info Media.
Thoha, M. (2014).Kepemimpinan dalam Manajemen (Cetakan 8). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Victoria, L. (2016). Communication and interpersonal skills.Routledge, 368-394. https://doi.org/10.4324/9781315693439-21
V, Daniel. (2014). Workplace stress among the nurses.
Westra, P. (2014).Manajemen Personalia. Yogyakarta: Liberty.
Yukl, G. (2015).Kepemimpinan dalam Organisasi (Edisi 7). Jakarta: Indeks.